Thursday, April 26, 2012

Tugas Kelompok Psi. Pendidikan


Novika Susi Lestari (11-025)

1.      Jelaskan dimana persinggungan antara teknologi dan pendidikan!
Teknologi adalah tema penting dalam pendidikan, revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi dimana kita kini hidup. Dimana orang-orang menggunakan teknologi teersebut untuk berkomunikasi. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mengakses internet yang merupakan inti dari komunikasi melalui computer. System internet berisi ribuan jaringan computer yang terhubung di seluruh dunia, informasi yang tidak terhingga dapat di akses oleh murid, sehingga berpotensi dalam meningkatkan pembelajaran murid. Penggunaan internet ini juga membantu untuk menavigasi dan mengintegrasikan pengetahuan, mendorong untuk belajar bersama  dan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru. Sehingga secara tidak langsung pendidikan dan teknologi berkaitan erat, karena melalui teknologi kita mendapat informasi baru dan berbagai hal untuk membantu kita dalam belajar, dan bahkan membantu guru dalam mendidik siswa. Contohnya, banyak informasi untuk bahan pembelajaran yang seringkali kurang lengkap dalam buku dan siswa akan menggunakan teknologi untuk mengakses informasi yang lebih banyak, serta membantu dalam mengerjakan tugas lebih cepat dan efisien. Mungkin informasi dalam internet tidak sepenuhnya bisa di percaya, karna itu perlu ada perbandingin dengan buku, namun kembali lagi, isi buku ada yang kurang lengkap. Selain itu teknologi dan pendidikan mempunyai hubungan 2 arah. Dapat terlihat pada sebagian orang yang belajar dengan tujuan untuk meningkatkan teknologi itu sendiri. Jika teknologi tersebut sudah berkembang seperti yang di harapkan, maka bisa digunakan untuk lebih mempermudah dan mengefisienkan pekerjaan masyarakat itu sendiri.
2.        Perbandingan teori standar untuk murid melek teknologi dengan kenyataan yang ada semasa duduk dibangku sekolah?
Jika dilihat dari  standar yang ada pada teorinya bahwa seusia SMA seharusnya murid sudah memiliki kemampuan yang kompleks dalam mengaplikasikan teknologi yang ada.


Pada teorinya grade 9-12 murid-murid harus mampu:
a.       Identifikasi kapabilitas dan keterbatasan dari teknologi kontemporer dan menilai potensi sistem dan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan personal dan pekerjaan
b.    Gunakan sumber daya teknoloi untuk mengelola dan mengomunikasikan informasi personal dan profesional(seperti keuangan, jadwal, alamat, pembelian, dan korespodensi).
c.     Gunakan informasi online secara rutin untuk memenuhi kebutuhan riset, publikasi, komunikasi, dan produktivitas.
d.     Pilih dan aplikasikan alat teknologi untuk riset, analisis informasi, dan pemecahan problem dalam pembelajaran materi.
Sedangkan pada kenyataannya, murid-murid SMA belum memiliki kemampuan yang sekompleks itu dalam memanfaatkan teknologi. Kemampuan murid SMA di Indonesia masih sebatas kemampuan untuk grade 3 sampai 5 pada standarnya.
Kemampuan Grade 3 sampai 5:
a.      Gunakan keyboard dan alat input dan output lain secara efektif
b.     Mendiskusikan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan keuntungan dan kerugian penggunaan itu.
c.       Gunakan alat teknologi (multimedia, alat presentasi, alat web, kamera digital,dan scanner) untuk kegiatan menulis, berkomunikasi, dan memublikasikan aktivitas  individual.
d.     Gunakan telekomunikasi secara efektif untuk mengakses informasi ditempat yang jauh, berkomunikasi dengan orang lain, dan mencari informasi yang menarik secara personal.
e.      Gunakan sumber daya teknologi (seperti kalkulator, alat pengumpul data, video, dan software pendidikan) untuk aktivitas pemecahan masalah dan pembelajaran mandiri.
Berdasarkan teori diatas menunjukkan bahwa kemampuan siswa/i di Indonesia masih sangat jauh tertinggal dari standar yang ada.
3.        Apa itu ubiquitous computing dan pandangan diri sebagai mahasiswa mengenai ubiqitos computing!
Ubiquitous computing adalah generasi komputer ketiga yang dipercaya mampu menggantikan PC pada saat ini. Era dimana telepon dan perangkat teknologi lain sudah terkoneksi dengan internet. Ubiquitous computing bisa berbentuk komputer baru yang kecil, pertable, mobile dan murah. Ubiquitous computing memang memiliki keuntungan, jaringan yang lebih murah, dan lebih efisien tanpa dibatasi lokasi. Namun, disisi lain, perangkat ini memaksa komputer agar eksis di dunia manusia yang akibatnya bisa mengurangi hubungan sosial antarmanusia. Karena dengan kemudahan-kemudahan yang dihasilkan oleh ubiquitous computing bisa menghasilkan ketergantungan pada masyarakat.
Pandangan kami sebagai mahasiswa, teknologi baru ini memang sangat membantu. Mahasiswa bisa menggunakan internet untuk memenuhi kebutuhan riset, komunikasi dan produktivitas. Ditambah lagi, mahasiswa saat ini sangat membutuhkan berbagai sumber jurnal. Jadi internet sangat mempermudah tugas mahasiswa. Namun dalam hal ini, kita tidak boleh sepenuhnya ketergantungan terhadap teknologi-teknologi tersebut. Kita hidup di dunia sosial dan sudah seharusnya melakukan hubungan sosial kita dengan baik. Jalan keluar yang paling masuk akal adalah menyeimbangkan kehidupan sosial dengan penggunaan teknologi yang semakin kompleks ini, apalagi isu yang menyatakan bahwa ubiquitous computing mungkin akan tercipta. Di sisi lain, sisi negatif yang mungkin ada adalah kesenjangan sosial yang mungkin tercipta. Akan semakin terlihat orang-orang yang mampu membeli dan menggunakan teknologi-teknologi dengan mereka yang kurang mampu. Dan teknologi haruslah digunakan dengan bijak, tidak untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Tanggapan:

1.      Rossie Janette ( kelompok 8)
-          Hal-hal yang tidak baik seperti apa yang dapat ditimbulkan oleh Ubiquitous computing?
-          Apa yang menyebabkan ketergantungan dalam  Ubiquitous computing ?
Jawab:
-          Hal-hal yang tidak baik, contohnya ialah kemudahan untuk mengakses situs yang tidak senonoh, seperti pornografi. Selain itu, dapat menimbulkan kecenderungan anak didik untuk tidak belajar yaitu membuka situs-situs di internet pada saat kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung.
-          Salah satu yang menyebabkan ketergantungan ialah adanya fasilitas wi-fi di berbagai tempat yang memberi kemudahan untuk mengakses internet sehingga menyebabkan ketergantungan.

2.      Ririn Hapsari ( kelompok 6)
-          (Ririn bertanya megenai kesenjangan hubungan sosial dengan perkembangan teknologi. Namun kesenjangan kami kami maksud adalah kesenjangan ekonomi  yang terjadi antara masyarakat kalangan atas –yang sudah akrab dengan teknologi- dan masyarakat bawah yang mungkin belum tersentuh teknologi sama sekali).

Monday, April 9, 2012

Psikologi Pendidikan: Psikologi Sekolah

Fania Felicia Magdalena H 11301081
 
TOPIK BAHASAN
1.       Kedudukan psikologi sekolah dalam ilmu psikologi ( udah )
2.       Perbedaan psikologi sekolah dengan psikologi pendidikan ( udah )
3.       Fungsi sekolah sebagai agen perubahan ( udah )
4.       Metode yang digunakan dalam sistem pengajaran di sekolah ( udah )
5.       Permasalahan yang terjadi di sekolah serta solusi pemecahan masalah
6.       Fungsi dan peran psikolog sekolah dan perlunya psikolog sekolah ( udah )
7.       Hal-hal yang diberikan dalam kaitannya dengan layanan psikolog sekolah
8.       Perbedaan antara psikolog sekolah, psikolog pendidikan, dan guru BK
1.       KEDUDUKAN PSIKOLOGI SEKOLAH DALAM ILMU PSIKOLOGI
Psikologi sekolah adalah salah satu dari beberapa bidang psikologi pendidikan sehingga kedudukannya sangatlah penting. Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi yang bertujuan untuk membentuk mind set anak.
2.       PERBEDAAN PSIKOLOGI SEKOLAH DENGAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikologi Pendidikan:
Psikologi pendidikan kebanyakan bekerja di fakultas-fakultas dalam lingkungan universitas atau institute keguruan atau di lembaga-lembaga penelitian dan lembaga pendidikan dan latihan (diklat). Kebanyakan bidang yang mereka kelola adalah psikologi belajar atau pengukuran serta pengembangan tes prestasi. Psikolog yang menjadi pengajar di institute keguruan atau universitas memusatkan diri pada mata kuliah dasar. Seperti, psikologi perkembangan, psikologi sosial, dan sebagainya. Psikolog pendidikan banyak melakukan penyusunan test dan pengembangan metode statistic untuk menganalisis hasil test dan data riset. Psikolog pendidikan juga perlu terlibat dalam perencanaan kurikulum serta prosedur mengajar-belajar yang didasari ilmu mengenai belajar serta penelitian-penelitian untuk menguji efektifitas prosedur ini didalam situasi sekolah.
Psikologi Sekolah:
Fungsi peran psikolog sekolah adalah untuk;
-          Melakukan diagnostik secara luas
-          Melaksanakan serangkaian test
-          Melakukan wawancara dengan siswa, guru, orang tua, dan orang lain yang terlibat dalam pendidikan siswa
-          Mengobservasi lingkungan sekolah
3.        FUNGSI SEKOLAH SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
                Lembaga pendidikan baik formal maupun non formal merupakan tempat atau wadah untuk mengtransfer ilmu pengetahuan dan budaya. Pendidikan nasional bertujuan mempersiapkan masyarakat baru yang lebih ideal yaitu masyarakat yang mengerti hak dan kewajiban serta berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa. Sekolah memiliki fungsi sebagai wadah atau tempat pelaksanaan pentransferan ilmu pengetahuan dan budaya.
4.        METODE DALAM SISTEM PENGAJARAN
                Metode belajar mengajar merupakan cara-cara yang dapat dilakukan untuk menyampaikan pengetahuan kepada subjek didik yaitu murid melalui sebuah kegiatan belajar mengajar baik di sekolah, rumah, kampus, dll.
Beberapa metode belajar mengajar :
a.       Metode Ceramah
Metode ini merupakan metode dalam bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh seorang guru terhadap peserta didiknya. Metode ini sampai sekarang mendominasi atau yang paling sering digunakan oleh guru dalam mengajar.
b.      Metode Tanya Jawab
Cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab terutama dari guru ke siswa dan begitu juga sebaliknya. Metode ini banyak digunakan dalam belajar mengajar. Metode ini merupakan salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan dari metode ceramah karena para peserta didik dapat bertanya pada pengajar tentang hal mereka kurang mengerti.
c.       Metode Demonstrasi atau Praktik
Metode ini menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana cara melakukan sesuatu kepada peserta didik.
d.      Metode Pemberian Tugas
Proses belajar mengajar di mana guru member tugas tertentu yang kemudian tugas tersebut dikumpulkan sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh guru.
5.       PERMASALAH YANG TERJADI DI SEKOLAH SERTA SOLUSI PEMECAHAN MASALAHNYA
Berikut adalah contoh permasalahan siswa di sekolah yang termasuk dalam bullying. Pelakunya bisa berupa individual ataupun kelompok yang sengaja menyakiti atau mengancam korbannya dengan cara:
a.       Bullying secara fisik, yaitu menjambak, memukul, ataupun mendorong korbannya.
b.      Bullying secara emosional, yaitu menolak, meneror, mengisolasi, atau menjauhkan, menekan, memeras, memfitnah, menghina, dan adanya diskriminasi berdasarkan ras, ketidakmampuan, dan etnik.
c.       Bullying secara verbal, yaitu memberikan nama panggilan, mengejek, dan menggosip.
d.      Mengerjai seseorang untuk memepermalukannnya.
e.      Mengintimidasi atau mengancam korban.
f.        Melakukan pengompasan.
Penanganan yang bisa dilakukan seperti:
1.       Usahakan guru mengetahui apa yang terjadi seperti apa permasalahannya dan apa alas an mengapa siswa tersebut membully temannya.
2.       Bantu siswa tersebut mengatasi ketidaknyamanannya. Pas pencetikan guru menerangkan dalam bahasa sederhana dan mudah dimengerti siswa tersebut. Jangan pernah menyalahkan siswa korban atas tindakan bullying yang ia alami.
3.       Hadapkanlah korban dan pelaku bullying tersebut, juga sertakan orangtua siswa yang bersangkutan agar mereka juga mendapat pencerahan daro irangtua mereka masing-masing.
6.       PSIKOLOG SEKOLAH DAN PERAN PSIKOLOG SEKOLAH
Pada awalnya psikologi sekolah dibutuhkan di sekolah sebagai Pembina atau pelaksana test untuk mengidentifikasikan dan menggolongkan anak-anak yang memerlukan pendidikan khusus. Dengan berkembangnya teknologi psikometri dan makin disadarinya kebutuhan sekolah akan pelayanan psikometri tersebut.
Peran psikolog sekolah :
-          Psikolog sekolah mengungkap info pengaruh-pengaruh kehidupan keluarga dan sekolah yang erat kaitannya dengan masalah yang dihadapi oleh peserta didik.
-          Mengobservasi lingkungan sekolah.
-          Mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa.
-          Mempersiapkan laporan rinci tentang gambaran anak didik yang ditangani.
-          Merekomendasikan secara rinci dan spesifik tentang tindakan lanjutan yang akan dilakukan untuk peserta didik.
-          Mengkonsultasikan hasil pengungkapan tindakan lanjutan dengan guru atau pun orangtua peserta didik untuk membuat interprestasi.
7.    PELAYANAN PSIKOLOGI SEKOLAH
a. memberikan pelayanan tes intelegensi
b. melakukan wawancara dengan siswa, mahasiswa, guru atau dosen, orangtua, serta orang  yang terlibat dalam pendidikan siswa atau mahasiswa
c. melakukan observasi siswa di kelas, tempat bermain, serta tempat kegiatan lainnnya
d. mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa
e. memberikan konsultasi bagi sekolah dalam menyelesaikan berbagai masalah di sekolah, serta membantu menyeleksi, penempatan, serta urusan personalia lainnya.
8.       PERBEDAAN PSIKOLOG SEKOLAH, PSIKOLOG PENDIDIKAN, DAN GURU BK
Psikolog Sekolah:
Psikolog sekolah ruang lingkupnya hanya di sekolah. Psikoglogi sekolah berperan dalam pengembangan kelas dan berhubungan dengan psikologis siswa dan guru. Psikolog sekolah juga memantau bagaimana prestasi siswa, kelakuan, serta motivasi siswa.
Psikolog Pendidilkan:
Ruang lingkup kerjanya lebuh luas, yaitu menyelesaikan masalah pendidikan sejak pendidikan pra-sekolah hingga perguruan tinggi, setting kelas, sistem sekolah, serta psikolg pendidikan harus mempunyai kompetensi khusus.
Guru BK:
Guru BK lebih terfokus pada siswa. Tugasnya berkaitan dengan perkembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi bakat, dan niat peserta didik.

Friday, April 6, 2012

Pertanyaan:seberapa pentingkah pendidikan anak usia dini pada perkembangan fisik,kognitif,soaial emosional anak??


Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki fungsi utama yaitu
mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi
perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), social dan
emosional.
     Selain itu, PAUD memiliki peranan yang strategis bagi
kelangsungan proses pendidikan selanjutnya karena PAUD hakekatnya
merupakan basic atau pra pondasi bagi proses pendidikan selanjutnya.
Pendidikan anak pada usia dini menjadi sangat penting, terutama
untuk perkembangan jasmani dan rohani anak, dimana perkembangan yang terjadi dalam manusia sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupannya sebagai anak. Pada usia 0-4 tahun, seorang anak sudah membentuk 50% intelegensi yang akan dimiliki setelah dewasa usia 18tahun. Oleh karena itu dapat dipahami bila usia 4 tahun pertama dalam
perkembangan anak disebut sebagai usia keemasan (golden age) artinya
pada usia-usia tersebut selain gizi yang cukup dan layanankesehatan yang
baik rangsangan intelektual-spiritual amat diperlukan bagi anak
selanjutnya.
     Masa usia dini sebagai masa kritis perkembangan intelektual,
kepribadian dan perilaku social sehingga rangsangan pada saat-saat itu
mempunyai dampak yang lama pada diiri seseorang. Berikut adalah
tahapan berkembangan berdasar aspek perkembangan anak prasekolah
(usia dini).

1) Perkembangan Jasmani
Dengan bertambahnya usia, perbandingan antar bagian tubuh
akan berubah. Dengan bertambahnya usia, letak grativitas makin
berada dibawah tubuh. Dengan demikian bagi anak yang makin
berkembang usianya, keseimbangan tersebut ada ditungkai bagian
bawah.Gerakan anak pra sekolah lebih terkendali dan terorganisasi
dalam pola-pola, seperti menegakkan tubuh dalam posisi berdiri,
tangan dapat terjuntai secara santai, dan mampu melangkahkan kaki
dengan menggunakan tungkai dan kaki. Terbentuknya pola-pola
tingkah laku ini memungkinkan anak untuk berespon dalam berbagai
situasi.
Kecepatan perkembangan jasmani dipengaruhi oleh gizi,
kesehatan dan lingkungan fisik lain, misalnya tersedianya alat
permainan serta kesempatan yang diberikan kepada anak untuk
melatih berbagai gerakan.
Keterampilan motorik kasar dan halus sangat pesat
kemajuannya pada tahapan anak pra sekolah. Keterampilan motorik
kasar adalah koordinasi sebagian besar otot tubuh, misalnya
melompat, jungkat-jungkut dan berlari. Keterampilan motorik halus
adalah koordinasi bagian kecil tubuh terutama tangan. Keterampilan
motorik halus misalnya kegiatan membalik halaman buku,
menggunakan gunting dan menggabungkan kepingan apabila bermain
puzzle.ciri fisik anak pada usia dini yaitu:
a) Fisik anak prasekolah umumnya bergerak aktif. Karena mereka telah memiliki
penguasaan atau kontrol terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang
dilakukan sendiri.
b) Membutuhkan istirahat yang cukup.
c) Otot-otot besar pada anak prasekolah lebih berkembang dari kontrol
terhadap jari dan tangan. Oleh karena itu biasanya anak belum terampil, belum
bisa melakukan kegiatan yang rumit seperti misalnya, mengikat tali sepatu.
d) Anak masih sering mengalami kesulitan apabila harus memfokuskan
pandangannya pada obyek-obyek yang kecil ukurannya, itulah sebabnya koordinasi
tangan masih kurang sempurna.
e) Walaupun tubuh anak lentur, tetapi tengkorak kepala yang melindungi otak
masih lunak (soft). Hendaknya berhati-hati bila anak berkelahi dengan teman-
temannya, sebaiknya dilerai, sebaiknya dijelaskan kepada anak-anak mengenai
bahannya.
f) Walaupun anak lelaki lebih besar, anak perempuan lebih terampil dalam tugas
yang bersifat praktis, khususnya dalam tugas motorik halus, tetapi sebaiknya
jangan mengkritik anak lelaki apabila ia tidak terampil, jauhkan dari sikap
membandingkan anak lelaki-perempuan, juga dalam kompetisi ketrampilan seperti
apa yang disebut diatas.
2) Perkembangan Kognitif
Kognitif merupakan pengertian yang luas mengenai aktivitas
berfikir dan mengamati. Namun dalam pengertian yang sederhana,
kognitif senantiasa diartikan sebagai kecerdasan berfikir. Jadi kognitif
merupakan bentuk tingkah laku yang menyebabkan orang memperoleh
pengetahuan atau yang dibutuhkan untuk menggunakan
pengetahuan.
Perkembangan kognitif merupakan pertumbuhan kemampuan
merancang, mengingat, dan mencari penyelesaian masalah yang
dihadapi, kemampuan anak untuk mengkoordinasikan berbagai macam
cara berfikir yang dimiliki untuk menyelesaikan berbagai masalah.
Yang tentunya kemampuan anak-anak usia dini dalam memecahkan
tidak sama dengan usia dewasa.
     Piaget menjelaskan bahwa perkembngan kognitif terdiri dari empat tahapan perkembangan,yaitu tahapan sensorimotor, tahapan operasional, tahapan konkrit operasional dan tahapan formaloperasional. Tahapan anak pra sekolah termasuk dalam tahap operasional (2-7 tahun) yaitu kecepatan perkembangan anak bersifat pribadi, tidak selalu sama untuk setiap anak. Pada tahapan praoperasional anak-anak mulai dapat belajar menggunakan pemikirannya. Tahapan bantuan kehadiran sesuatu di lingkungannya, anak mampu mengingat kembali simbol-simboldan membayangkan benda yang tidak nampak secara fisik. Anak prasekolah umumnya senang berbicara, terutama dalam kelompok. Dan anak perlu diberi kesempatan untuk berbicara dan mendengar agar perkembangan kognitifnya baik.Melalui pendidikan anak pra sekolah, anak di latih untuk berinteraksi dengan sesamanya sehingga dapat membanttu perkembangan kognitifnya.

3) Perkembangan Bahasa
Seiring tumbuh dan bekembangnya diri seorang anak,produk
bahasa mereka turut meningkat dalam segi kuantitas, keluasan dan
keruimitannya. Mempelajari perkaembangan bahasa umumnya
ditunjukkan pada rangkaian dan percepatan perkembangan serta
factor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa sejak usia bayi
dan kehidupan selanjutnya.Anak prasekolah pada umumnya sudah mampu
meengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat
menarik perhatian orang lain. Secara bertahap anak-anak berubah dari
melakukan ekspresi suara saja, lalu berekspresi dengan komunikasi,
dan hanya dari berkomunikasi dengan menggunakan gerakan dan
isyaratuntuk menentukan kemauannya berkembang menjadi
komunikasi melalui ujaran yang tepat dan jelas

4) Perkembangan Emosi dan Social
Setiap orang memiliki emosi, baik berupa rasa senang, marah
dan lain-lain dalam menghadapi lingkungan sekitarnya. Dalam periode
prasekolah, anak dituntut untuk menyesuaikan diri dengan berbagai
orang dari berbagai tatanan yaitu keluarga, teman sebaya dan sekolah.
Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek
perkembangan anak.
Pada tahap ini emasi yang dimiliki anak prasekolah lebih rinci
yang dipengaruhi oleh berbagai macam factor, pertama adalah
kesadaran kognitifnya telah meningkat yang memungkinkan
pemahaman terhadap lingkungan berbeda dari tahapan semula, serta
daya imajinasi atau daya khayalnya lebih berkembang. Selain itu ada
hal-hal lain yang mempengaruhi perkembangan anak yaitu,
perkembangan wawasan social dimana teman-teman sebaya mulai
memiliki pengaruh dalam kehidupan sehari-hari anak.Orang tua atau keluarga dalam perkembangan anak merupakan
lingkungan social pertama yang dikenal oleh anak, atau dapat
dikatakan bahwa seorang anak mengenal kehidupan social pertamatama
di dalam lingkungan keluaraga. Adanya interaksi anatara anggota
keluarga yang satu dengan yang lain itu menyebabkan bahwa seorang
menyadari bahwa ia berfungsi sebagai individu dan juga mahluk
social.

Pe